SEJARAH DESA

Sejarah Desa
Pada jaman dahulu Desa Klitikan merupakan sungai. Pada waktu itu ada Kyai paling orang menyebutnya dengan Sunan Batok, karena setiap hari makannya di batok. Sampai mati pun batok tersebut masih terjaga dengan baik. Awal dari semua itu Desa Klitikan yang dulunya sungai, karena arus yang deras dan berbunyi klitak – klitik maka akhirnya oleh Simbah Kyai Karman dinamakan Desa Klitikan.
Desa Klitikan ada 4 dusun yaitu: Dusun RW 01 Bulak, Dusun RW 02 Klitikan, Dusun RW 03 Meteseh dan Dusun RW 04 Kijingan.
Dusun Bulak
Dusun Bulak merupakan Dusun paling atas sendiri, itu disebabkan karena ada sesepuh Dusun yang paling disegani pada zaman peperangan namanya mbah Brongsot atau mbah Gayar. Konon mbah Brongsot ditawan oleh Belanda dan disekap. Karena brongsot atau orang Jawa mengartikan melarikan diri sampailah di Desa Bulak dan ketika meninggal batu nisannya sampai terangkat 50 meter oleh pohon kesambi yang dibuat tempat persembunyian mbah Brongsot. Sampai sekarang makamnya setiap tahun diziarahi oleh masyarakat Desa Klitikan, Wates, Jumo, Penadaran, Ngroto, dan desa lainnya. Dan konon tentara Belanda mencari mbah Brongsot tidak bisa ditemukan, hanya bolak – balik atau berputar – putar Dusun Bulak. Oleh mbah Brongsot dinamakan Desa Bulak.
Dusun Klitikan
Zaman dahulu Desa Klitikan merupakan sungai. Pada waktu itu ada Kyai yang paling dihormati dan disegani bernama simbah Kyai Karman. Orang – orang menyebutnya dengan nama Sunan Batok, karena tiap hari alas makannya menggunakan batok (tempurung kelapa). Berawal dari semua itu, Desa Klitikan yang dulunya sungai, karena arus yang deras dan berbunyi klitak – klitikakhirnya oleh simbah Kyai Karman dinamakan Klitikan. Konon keampuhan simbah Kyai Karman sampai sekarang masih dikenal, waktu itu ada pencuri yang masuk Desa Klitikan tidak bisa keluar dari Desa Klitikan karena pencuri yang mengira sudah menyebrang sungai Tuntang ternyata menyebrang kolah masjid Desa Klitikan sampai pagi. Karena keampuhan Sunan Batok pulalah, seorang pencuri yang mengintip rumahnya tidak dapat pulang sampai pagi karena pencuri tersebut masih lengket dengan rumah Sunan Batok dan akhirnya pencuri tersebut tertangkap.
Dusun Meteseh
Meteseh merupakan Dusun terkecil dari ketiga Dusun di Desa Klitikan. Zaman dahulu ada pencuri yang masuk Dusun Meteseh oleh mbah Rewok yang merupakan orang tertua di Dusun Meteseh disabda pencuri harus nyiseh atau minggir dan ternyata pencuri itu benar nyiseh atau keluar dari Meteseh dan oleh mbah Rewok dinamakan Dusun Meteseh, tapi sebelumnya Meteseh lebih dikenal dengan nama Kalibedah karena kali atau sungai sering bedah atau pindah dan berseberangan dengan Desa Kalimaro, karena sungainya dipindah dan diparo, makanya Meteseh dulunya Kalibedah menjadi Meteseh karena sabda dari Mbah Rewok.
Dusun Kijingan
Dusun Kijingan merupakan Dusun paling banyak penduduknya dan agamis. Konon zaman dahulu banyak sekali kijing atau batu nisan yang ada ditengah Dusun kijingan. Konon ada seorang Kyai yang terkenal diwilayah Dusun Kijingan bernama simbah Kyai Mukirom. Dikarenakan banyak sekali kijing di tengah desa oleh simbah Kyai Mukirom dinamakan Kijingan karena oleh masyarakat warga Kijingan simbah Kyai Mukirom yang dituakan pada saat itu dan kijing atau batu nisan simbah Kyai Mukirom masih terjaga dengan baik dan rapi yang bersebelahan dengan masjid di Kijingan sampai sekarang. Setiap 1 bulan sekali diadakan pengajian tiap malam Jumat Kliwon dan kaul tahunan diadakan pada bulan Maulid tiap tanggal 15. Adapun urutan yang pernah menjadi Kepala Desa Klitikan yaitu :
Periode I         : Jayus tahun………s/d 1986
Periode II        : Masyuri tahun 1986 s/d 2002
Periode III      : Heri Jarwadi tahun 2002 s/d 2007
Periode IV      : Nasikun tahun 2007 s/d 2015
Periode V        : Surinto tahun 2015 s/d sekarang
Demikian sejarah singkat terjadinya Desa Klitikan. Terima kasih.